Headlines News :
Home » » Forum Komunikasi Statistik dan Sistem Informasi Pertanian Tahun 2012

Forum Komunikasi Statistik dan Sistem Informasi Pertanian Tahun 2012

forum%20statistik%202012.jpgPertemuan Forum Komunikasi Statistik dan Sistem Informasi Pertanian Tahun 2012 yang dilaksanakan di Grand Quality Hotel Yogyakarta pada Tanggal 3 s.d 5 April 2012 yang dibuka oleh Sekretaris Menteri Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Pertemuan di ikuti oleh peserta daerah yaitu para Sekretaris Dinas/Badan Provinsi yang membidangi pertanian se Indonesia, para Kepala Dinas/Badan Kabupaten/Kota se Provinsi Yogyakarta, peserta pusat adalah para Pejabat Eselon II serta staf lingkup Kementerian Pertanian.
Tema Kegiatan : Melalui Peningkatan Kemampuan SDM (Capacity Building) Kita Tingkatkan Kualitas Statistik Pertanian

RUMUSAN

1. Langkah-langkah konkrit dalam upaya percepatan penyediaan dan peningkatan kualitas data pertanian secara berkesinambungan pada skala nasional tersebut meliputi: (1) peningkatan kemampuan SDM pengumpul dan pengelola data melalui pelatihan, bimbingan teknis, dan refreshing, (2) penyediaan anggaran baik melalui dana APBN maupun APBD untuk honor dan uang transport untuk petugas pengumpul dan pengelola data, (3) penyediaan infrastruktur petugas pengelola data khususnya di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi dan (4) penyusunan aliran data mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan pusat dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan.


2. Pada tahun 2012 ini dilakukan kegiatan Percepatan Penyediaan dan Peningkatan Kualitas Data Tanaman Pangan Berkesinambungan pada skala nasional yang dilakukan melalui kerjasama antara Kementerian Pertanian dan BPS. Cakupan kegiatan ini meliputi 17 provinsi sentra produksi, 308 kabupaten/kota dan 4350 kecamatan. Adapun kegiatan teknis meliputi pengiriman data tanaman pangan yakni SP-PADI dan SP-PALAWIJA periode bulanan yang selanjutnya akan dianalisis untuk memenuhi keperluan pimpinan dalam rangka perencanaan dan evaluasi pembangunan pertanian.


3. Upaya percepatan pengiriman data pada tahun 2012 masih terbatas pada data sub sektor tanaman pangan sebagai model, kegiatan ini selanjutnya dapat dikembangkan untuk percepatan pengiriman data Sub Sektor Hortikultura, Peternakan dan Perkebunan.


4. Pada tahun 2013, BPS akan melaksanakan Sensus Pertanian (ST 2013) di seluruh wilayah Indonesia. Sensus ini bertujuan untuk mendapatkan data dasar statistik pertanian yang komperhensif, dan untuk pemutakhiran kerangka sampel untuk landasan survei-survei pertanian berikutnya.


5. Dalam upaya meningkatkan kualitas dan percepatan pelaporan data pertanian, BPSDM akan mensinergikan peran para penyuluh lapangan untuk membantu dalam pengumpulan data pertanian khususnya data potensi daerah (bukan data statistik pertanian).


6. Pusdatin telah melaksanakan kegiatan refreshing dan e-form untuk 4 sub sektor, yaitu: Tanaman Pangan di 17 provinsi sebanyak 682 orang, Hortikultura di 33 provinsi sebanyak 8202 orang, Perkebunan di 16 prov sebanyak 2006 orang dan Peternakan di 33 prov sebanyak 1195 orang. Untuk tahun 2012 kegiatan refreshing yang dilaksanakan oleh Pusdatin mengalami penurunan jumlah provinsi dikarenakan penghematan anggaran sebesar 10%.


7. Pada tahun 2013, Pusdatin merencanakan percepatan data untuk tanaman pangan dan hortikultura dan mencakup 33 provinsi (sudah diusulkan ke bapenas).


8. Kegiatan perstatistikan pada sub sektor tanaman pangan telah berjalan lama dengan dukungan metode, kelembagaan dan infrastruktur yang lebih tertata dibandingkan dengan sub sektor lain yaitu Sub Sektor Hortikultura, Perkebunan dan Peternakan. Namun demikian karena adanya perubahan kelembagaan di daerah, pendataan perstatistikan Sub Sektor Tanaman Pangan di daerah menemui berbagai kendala khususnya masalah SDM pengumpul data di lapang, diantaranya sering terjadinya mutasi petugas, kuantitas petugas lapang terbatas dan kualitas SDM kurang memadai.


9. Beberapa upaya yang akan dilaksanakan Ditjen Hortikultura dalam peningkatan kualitas dan percepatan pelaporan data hortikultura sebagai berikut : (1) menyelenggarakan sinkronisasi ASEM dan ATAP Hortikultura bekerjasama dengan Pusdatin Kementan dan BPS, (2) menyusun Buku Pedoman Pengumpulan Data Produktivitas Hortikultura Secara Nasional bekerjasama dengan Pusdatin Kementan dan BPS dan Pengukuran Produktivitas Hortikultura Komoditas Unggulan (Cabai dan Bawang), (3) penghitungan PDB Hortikultura per Kelompok Komoditas bekerjasama dengan Pusdatin Kementan dan BPS, (4) penyusunan angka produksi tingkat kabupaten (Bekerjasama dengan BPS), (5) pemasyarakatan Hortikultura Melalui Sistem Informasi Berbasis Website, (6) peningkatan Kapabilitas Pengelola Data melalui refreshing thn 2012 di Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara, dan pelatihan Metodologi Ubinan, (7) penyusunan metode peramalan hortikultura, dan (8) penyempurnaan Jaringan Sistem Informasi Hortikultura.


10. Ditjen Hortikultura sedang menyusun metode peramalan angka hortikultura yang bekerjasama dengan Pusdatin, IPB dan BPS.


11. Dalam upaya meningkatkan kualitas dan percepatan pelaporan data perkebunan, ada beberapa hal yang harus dilaksanakan yakni: (1) pertemuan sinkronisasi data statistik di setiap provinsi, (2) pertemuan refreshing metode pengelolaan data, (3) penyediaan honor bagi pengelola statistik provinsi, kabupaten dan kecamatan, dan (4) menyediakan form statistik (PSP) untuk petugas pengumpul data di kecamatan.


12. Permasalahan dalam pengelolaan data perkebunan sebagai berikut: (1) Bertahun-tahun menghadapi permasalahan yang sama, namun sampai saat ini belum ada solusi mengenai kendala tersebut (kendala petugas/anggaran/sarana), (2) Sejak Forum Komunikasi Statistik dan SI Pertanian di Bali, 31 Mei 2006, yang dihadiri Menteri Pertanian, permasalahan yang ada masih sama sampai saat ini, dan (3) Harus dibedakan permasalahan perstatistikan ini tanggung jawab pusat atau daerah, substansi atau sistem informasinya. Sehingga akan lebih tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Solusinya: (1) Perlu adanya pemahaman dan komitmen atasan, tentang pentingnya petugas pengelola data adalah petugas yang penting dan harus mendapat prioritas utama, (2) Tersedianya petugas yang berdedikasi dan berkualitas tinggi dalam mengelola data melalui pelatihan atau refreshing, (3) Diperlukan petugas yang dapat mengelola data dengan baik, sehingga mutasi petugas pengelola data di daerah perlu diminimalkan, (4) Penyediaan sarana untuk daerah (komputer, transportasi) perlu dikoordinasikan antara Pusdatin, eselon I dan daerah dengan tindak lanjut yang lebih kongkret, dan (5) Perlu ada data jumlah petugas dan sarana yang harus tersedia serta, termasuk formulir pencatatan data untuk kecamatan dan kabupaten.


13. Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan akan melakukan updating data sapi potong, sapi perah, dan kerbau yang didasarkan dari hasil kegiatan pendataan sapi potong, sapi perah, dan kerbau (PSPK) tahun 2011 diseluruh wilayah Indonesia.


14. Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) melakukan pengumpulan data realisasi kegiatan dari tiap Satker (provinsi dan kabupaten) melalui Model Pengumpulan Online (MPO). Hasil model pelaporan online (MPO) menjadi bahan pelaporan bulanan dan setiap triwulan disusun/diterbitkan buletin Ditjen PSP dan Buku Statistik Prasarana Sarana Pertanian.


15. Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) pada tahun 2012 akan melaksanakan kegiatan audit lahan pertanian (pengadaan data citra satelit resolusi tinggi dan menengah dan pemetaan lahan baku sawah) untuk wilayah luar Jawa pada skala operasional. Hasil pemetaan lahan baku sawah ini sangat penting dalam meningkatkan tingkat akurasi data lahan sawah.


16. Sistem ketahanan pangan nasional terdiri dari (1) sistem ketersediaan yang bersumber dari produksi dalam negeri, impor dan cadangan (2) sistem distribusi/aksesibiltas secara fisik, ekonomi dan sosial budaya (3) sistem konsumsi dari kualitas pangan (keseimbangan gizi, mutu dan keamanan pangan) dan diversifikasi pangan.


17. Salah satu tugas BKP adalah mengelola data dan informasi ketahanan pangan. Kegiatan statistik yang sudah dilaksanakan BKP antara lain Penyusunan Neraca Bahan Makanan (NBM), Analisis Pola Konsumsi Pangan/ Pola Pangan Harapan (PPH), Pendataan pada lokasi Desa Mandiri Pangan (Demapan) untuk menghimpun Data Dasar Rumah Tangga (DDRT) dan Survey RumahTangga (SRT), Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG dan SKPG Plus), Food Security & Vulnerability Atlas (FSVA), Panel Harga, Pasokan dan Daya Beli.


18. Terdapat 65 unit kerja dibawah Badan Litbang yang berperan dalam kegiatan perstatistikan di Badan Litbang dan data yang dikelola hanya meliputi data penelitian.


18. Kegiatan forum komunikasi statistik Badan Litbang bertujuan antara lain untuk meningkatkan kemampuan statistisi dan peneliti tentang penggunaan statistika sebagai tool dalam kegiatan penelitian (pemanfaatan software /alat pengolah data yang terkini), mengevaluasi kondisi perstatistikan di lingkup Badan Litbang, sebagai sarana komunikasi kegiatan perstatistikan termasuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam penggunaan statistika dan pemecahannya.


19. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi melalui penerapan strategi e-government Badan Litbang meliputi Pengembangan Infrastruktur (Servers dan LAN), Pengembangan Back Office(Portal, Aplikasi dan Manajemen Data) , Pengembangan Front Office(Website dan SMS Center) dan Kompetensi SDM (Pelatihan dan Workshop).


20. Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh dinas provinsi, kabupaten/kota, maupun UPTD kecamatan lingkup pertanian dalam upaya peningkatan kualitas dan percepatan pelaporan data pertanian: (1) ketersediaan SDM, (2) struktur organisasi cukup beragam, (3) terbatasnya anggaran pengelolaan data di Provinsi dan Kabupaten, (4) pengumpulan data untuk subsektor perkebunan perlu penyederhanaan formulir, dan (5) terbatasnya sarana, prasarana dan insentif bagi petugas.


21. Dalam rangka penetapan data luas baku lahan sawah untuk penghitungan produksi, konsumsi dan neraca beras secara akurat, Pusdatin telah melaksanakan beberapa kegiatan pengumpulan data, yakni: (1) pemetaan lahan baku sawah skala operasional untuk pulau Jawa (tahun 2010) dan luar pulau Jawa (perkiraan selesai akhir tahun 2012 dan dilaksanakan oleh Ditjen PSP) dan (2) SP lahan.


22. Ada beberapa permasalahan data lahan baku sawah yang ada sekarang ini yakni : (1) data dari berbagai sumber berbeda-beda dan tidak seragam, (2) data lahan tidak tersedia secara lengkap, (3) kebanyakan data lahan berbentuk tabular sehingga tidak dapat diketahui lokasinya, dan (4) peta dasar berbeda-beda, khususnya batas administrasi sehingga berdampak terhadap perbedaan luas.


23. Diusulkan agar pada acara forum mendatang, urutan penyajian makalah dimulai dari petugas kecamatan, kabupaten, provinsi, dan terakhir dari pusat.


24. Pada acara forum mendatang agar setiap provinsi bisa mengajak seorang petugas KCD sebagai peserta.


Sumber : http://bkpd-sulsel.web.id

Share this article :
 
BADAN PELAKSANA PENYULUHAN DAN KETAHANAN PANGAN KAB. SINJAI
Jl. H. Abd. Latief No. 08 Kab. Sinjai, Prov. Sulawesi Selatan
Telp. 0482-2425372, Fax. 0482-22270, Email : bppkpkabsinjai@yahoo.co.id
BERANI - JUJUR - HEBAT